Dalam buku ini, Verwer mengawali pembahasannya dengan menekankan bahwa literatur bukanlah sekadar media informasi, melainkan alat yang sangat efektif untuk menjangkau hati dan pikiran manusia. Verwer sendiri merasakan hal itu ketika mengalami pertobatan setelah menerima Kitab Yohanes melalui pos pada tahun 1957. Ia mengatakan, bahwa pemikiran pemimpin rohani dalam pelaksanaan Amanat Agung Tuha…